Fasies dan Lingkungan Pengendapan Formasi Jonggrangan pada Jalur Lintasan Sentul-Gunung Jonggol, Pegunungan Kulon Progo Bagian Timur

Herning Dyah Kusuma, Hanindya Ramadhani, Mochamad Indra Novian, Muhammad Amirul Furqon, Yoga Arimawan, Irra Aprilia Citra

Abstract


Formasi Jonggrangan tersingkap dengan baik di daerah Sentul- Gunung Jonggol, bagian timur dari Pegunungan Kulon Progo. Terbatasnya informasi stratigrafi rinci mengenai Formasi Jonggrangan menyebabkan sejarah pengendapan formasi ini masih menjadi topik menarik untuk diteliti. Pengukuran stratigrafi serta analisa petrografi dan paleontologi telah dilakukan di area ini untuk mengetahui fasies dan memprediksi lingkungan pembentukannya. Berdasarkan karakter fisik dan biotanya Formasi Jonggrangan di daerah penelitian dapat dibagi menjadi 6 fasies batuan, yakni fasies tuff, fasies batupasir karbonatan, fasies batugamping pasiran, fasies batugamping koral/rudstone, fasies algal bindstone-coraline framestone dan fasies konglomerat polimik. Lingkungan pengendapan Formasi Jonggrangan diinterpretasikan berada pada daerah interior normal marine, reef crest/margin and reef slope. Hasil analisis fosil foraminifera mengindikasikan pengendapan formasi ini dimulai pada Miosen Awal (N4) dan diakhiri di Miosen Tengah (N9).

The Jonggrangan Formation are well exposed in the Sentul - Gunung Jonggol area, at the eastern part of Kulon Progo Mountain. Limited detailed stratigraphic information causes the evolution of the depositional of the formation is an interesting topic to study. Stratigraphic measurement along with petrographic and paleontology analyses of this formation have been carried out to identify their facies and predict the development of depositional environment. Based on the physical character and content of the biota, the Jonggrangan Formation can be grouped into 6 facies tuff facies, allochemic sandstone facies, sandy limestone facies, rudstone facies, algal bindstone-coraline framestone facies and polymict conglomerate facies. The depositional environment of Jonggrangan Formation are in the platform of interior normal marine, reef crest/margin and reef slope. Result of the foramminifera fossil anaysis indicates that the deposition of this formation started in the Early Miocene (N4) and terminated in the Middle Miocene (N9).

 


Keywords


Jonggrangan Formation, facies, depositional environment, Kulon Progo

References


Arsyada, G. P dan Pandita H., 2017. Identifikasi Hubungan Stratigrafi Old Andesite Formation (OAF) dengan Formasi Jonggrangan Pada Lintasan Jatimulyo, Prosiding Seminar Nasional XII Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta.

Barianto, D. H., Kuncoro, P., dan Watanabe, K., 2010. The Use of Foraminifera Fossils for Reconstructing the Yogyakarta Graben, Yogyakarta, Indonesia, Journal of South East Asian Applied Geology, May-August 2010, 2(2), 138-143.

Bolli, H. M., Saunders, J. B., Perch-Nielsen, K., 1985. Plankton Stratigraphy, Cambridge University Press.

Embry ,A. F., dan Klovan, J. E., 1971. A Late Devonian reef tract on Northeastern Banks Island, NWT, Canadian Petroleum Geology Bullentin, 19, 730-781.

Fisher, R. V., 1996. Rocks composed of volcanicfragments, Earth Science Review 1, 287-298.

Lunt, P., dan Allan, T., 2004. A history and application of larger foraminifera in Indonesuan biostratigraphy calibrated to isotopic dating, GRDC Workshop on microplaeontology.

Marks, P., 1957. Stratigraphic Lexicon of Indonesia, Publikasi Keilmuan No.31., Pusat Djawatan Geologi Bandung.233 hal.

Mount, J., 1985. Mixed Siliciclastic and Carbonate Sediments : A Proposed First Order Textural and Compositional Classification, Journal of Sedimentary Petrology, 52.

Maryanto, S., 2013. Sedimentologi Batugamping Formasi Jonggrangan di Sepanjang Lintasan Gua Kiskendo, Girimulyo, Kulonprogo, Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 23(2), 105-120.

Rahardjo, W., Sukandarrumidi, dan Rosidi, H.M.D., 1977. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Schlager, W., 2005, Carbonate Sedimentology and Sequence Stratigraphy, SPEM, Tulsa, Oklahoma.

Schmid, R., 1981. Descriptive nomenclature and classification of pyroclastic deposit and fragment : Recomendation of the IUGS Subcommision on the Systematics of Igneous Rocks, Geology Bulletin, 9, 41-43.

Selly, R. C., 1985. Ancient Sedimentary Environment, Cornell University Press, Great Britain, 317 pp.

Simorangkir, B. S., 2018. Hubungan Stratigrafi Formasi Jonggrangan dan Formasi Andesit Tua Pada Sisi Timur Perbukitan Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Skripsi, Teknik Geologi FT-UGM, Yogyakarta, 196 pp, tidak dipublikasikan.

Wentworth, C. K., 1922. A Scale of Grade and Class Term for Clastic Sediment, The Journal of Geology, 30(5), 377-392.

Wijayanti H. D. K dan Novian M. I., 2017. Karakter Batuan Berumur Oligo-Miosen di Gunung Jonggol, Pengunungan Kulon Progo Bagian Timur. Proceeding Joint Convention HAGI-IAGI-IATMI-IAFMI.

Widagdo A., Pramumijoyo S., Harijoko A., dan Setiawan A., 2016. Pendahuluan Kontrol Struktur Geologi Terhadap Sebaran Batuan-Batuan di Daerah Pegunungan Kulonprogo-Yogyakarta, Proceeding Seminar Nasional Kebumian ke-9, Yogyakarta, 9-20.

Wilson, J. L., 1975). Carbonate Facies in Geologic History. Springer Verlag, New York, 471.

Van Bemmelen, R. W., 1949. The Geology of Indonesia, vol.1.A : General Geology, Martinus Nijhof, The Haque, 684pp.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2019.v29.1002

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan  Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

  

Indexed by:

     

         

 

Plagiarism checker: