AIR TANAH UNTUK ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DI MALANG, JAWA TIMUR: Penilaian Risiko Penurunan Ketersediaan Air

Munib Ikhwatun Iman, Edi Riawan, Budhi Setiawan, Oman Abdurahman

Abstract


Risk of water shortage related to climate change in Malang Regency has been conducted by climate projection model until 2030 based on baseline data in 1960-1990 as a normal condition. The projection as a trigger for an early warning of the water shortage hazard has shown trend of temperature increase and change of precipitation.To measure the vulnerability can be simplified based on three dominant factors which were water source for availability, water demand, and population welfare. The vulnerability has spread in the west and the south region spatially that increasing from high to very high risk in 2030. Population growth and land-use change were conducted the main factor as non-climatic driven related to hazard and vulnerability of water availability. Analysis result has conducted higher risk depends on its hydrogeology. Groundwater can take a part for adaptation to climate change if it could be managed optimally.


Abstrak

Risiko penurunan ketersediaan air akibat perubahan iklim di Malang, Jawa Timur dikaji melalui analisis skenario proyeksi model hingga tahun 2030 terhadap basis data tahun 1960-1990 sebagai kondisi acuan normal. Hasil proyeksi iklim sebagai pemicu awal bahaya perubahan iklim menunjukkan pola kenaikan suhu dan penurunan presipitasi yang berdampak atau berisiko pada adanya potensi penurunan ketersediaan air di Malang. Untuk mengukur dan menentukan upaya pengurangan risiko tersebut dilakukan pendekaatan analisis bahaya penurunan ketersediaan air dan kerentanan terhadapnya akibat perubahan iklim. Kerentanan dimaksud di Malang secara sederhana ditentukan oleh tiga faktor yang dinilai dominan, yaitu kebutuhan air, sumber air, dan kesejahteraan masyarakatnya. Kerentanan secara spasial memperlihatkan wilayah bagian barat dan selatan Malang mengalami peningkatan nilai risiko penurunan ketersediaan air dari tinggi menjadi sangat tinggi pada tahun 2030. Pertumbuhan penduduk dan perubahan tata guna lahan merupakan faktor non-klimatik yang mempengaruhi bahaya dan kerentanan penurunan ketersediaan air. Hasil analisis memperlihatkan adanya peningkatan risiko yang lebih tinggi yang dipengaruhi kondisi hidrogeologi yang terkait potensi airtanahnya. Pengelolaan airtanah yang optimal diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai salah satu upaya adaptasi terhadap risiko perubahan iklim atas sumber air di Malang.


Keywords


Climate change, Malang, Groundwater vulnerability risk.

References


Affeltranger, B., 2006. Living with Risk: A Global Review of Disaster Reduction Initiatives. ISDR.

Arifin, M. B., 2008. Peta Cekungan Airtanah Provinsi Jawa Timur, Skala (Scale) 1:250.000. Pusat Lingkungan Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.

Bisri, M., 2011. Konservasi Air. Upaya untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Global di Malang Raya. Paparan disampaikan pada Lokakarya Teknis Kajian Risiko dan Adaptasi Perubahan Iklim I pada tanggal 18 April 2011. Batu.

Blaney, H. F., dan Criddle, W. D., 1950. Determining water requirements in irrigated area from climatological irrigation data. US Dept Agric., Soil Conservation Service, Tech. Paper no. 96.

BPS(Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Timur, 2016. Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2016. Surabaya.

Fitts, C. R., 2013. Groundwater Science, Second Edition. Academic Press. USA.

Hadi, T. W., Junnaedhi, I. D. G. A., dan Syahputra, M. R., 2012. Climate Change Risk and Adaptation Assessment Greater Malang – Climate Analysis and Projection.

IPCC, 2007: Climate Change 2007: Synthesis Report. Contribution of Working Groups I, II and III to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change[Core Writing Team, Pachauri, R. K., dan Reisinger, A. (eds.)]. IPCC, Geneva, Switzerland, 104 pp.

Kundzewicz, Z.W., L. J., Mata, N.W., Arnell, P., Döll, P., Kabat, B., Jiménez, K. A., Miller, T., Oki, Z., Sen dan I. A., Shiklomanov, 2007. Freshwater resources and their management. In: Parry, M. L., O. F., Canziani, J. P., Palutikof, P. J., van der Linden dan C. E., Hanson (Eds). Climate Change 2007: Impacts, Adaptation and Vulnerability. Contribution of Working Group II to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change, Cambridge University Press, Cambridge, UK, 173-210.

Poespowardoyo, R. S., 1984. Peta Hidrogeologi Indonesia Skala 1:250.000 Lembar X – Kediri. Direktorat Geologi Tata Lingkungan, Bandung.

Setiawan, B., Abdurahman, O., Riawan, E., Puspita, N., and Iman, M. I., 2012. Climate Risk and Adaptation Assessment for the Water Sector – Tarakan. Ministry of Environment. Jakarta, Indonesia.

Suroso, D. S. A., Abdurahman, O., Setiawan, B., 2010. Impacts of Climate Change on the Sustainability of Water Supply in Indonesia. Proceedings of the Second International Workshop on Water Supply Management System and Social Capital. March 15-16. Sepuluh November Institute of Technology. Surabaya.

Warsito, D., 2003. Konservasi Airtanah Daerah Madiun-Kediri-Malang, Jawa Timur. Laporan No. 19/LAP/PIPA/2003. Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2017.v27.438

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan  Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

  

Indexed by:

   

    

 

Plagiarism checker: