DINAMIKA LINGKUNGAN PENGENDAPAN DELTA KALIGARANG, SEMARANG

Karina Melias Astriandhita, Winantris Winantris, Budi Muljana, Purna Sulastya Putra, Praptisih Praptisih

Abstract


Delta Kaligarang terletak di Utara Pesisir Semarang. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dinamika lingkungan pengendapan yang terjadi di Delta Kaligarang, Semarang melalui analisis ukuran butir, material organik dan inorganik dari sembilan puluh contoh sampel. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya dua lingkungan pengendapan berdasarkan karakteristik sedimentologi (besar butir dan organik) yakni lingkungan energi relatif rendah (suspension load) dan lingkungan berarus turbulen (tidal). Selain itu, juga terdapat kenaikan nilai material organik dan inorganik, yang disertai adanya perubahan besar butir. Terlihat bahwa lapisan pada kedalaman 0-31 meter mengalami kenaikan nilai organik, seiring dengan besar butir yang berukuran silt. Hal tersebut berbeda dengan lapisan pada kedalaman 32-45 meter, di mana terdapat perselingan satuan batuan silt dan sand, serta nilai material organik turun.

Kaligarang Delta is located in the North Semarang Coast. The objective of this research is to describe dynamic environmental changes in Kaligarang Delta based on grain size, organic and inorganic matters analyzes from ninety samples. The results indicated that two conditions occurred: low-energy-suspension-load environment and tidal (turbulent) environment. Furthermore, the increase of organic and inorganic matters coincides with the grain size distribution. At depth 0-31-meter, organic matter increased that coincident with silt grain size. At depth 32-45 meter the lithology shows interspersed of silt and sand.



Keywords


Kaligarang Delta, sediment, grain size, organic and inorganic content.

References


Adisaputra, M., dan Rostyati. 2003. Foraminifera sedimen dasar laut Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Jurnal Geologi Kelautan 1 (3), 1 – 10.

Astriandhita, K., Muljana, B., Winantris, Putra, P. S., Praptisih. 2017. The Delta Accretion Controlled by Environmental Parameters Case Study : Kaligarang Delta, North Semarang, Indonesia. The 2nd Join Conference of Utsunomiya University and Universitas Padjadjaran, November 2017. Jepang.

Bakti, H., Naily, W., Lubis R., Delinom, R. M., dan Sudaryanto. 2014. Penjejak Keluaran Airtanah di Lepas Pantai (KALP) di Pantai Utara Semarang dan sekitarnya dengan 222Radon. J. Ris.Geo.Tam. 24 (1), 43-51.

Budiono, K. dan Panggabean H., 2008. Karakteristik mineral lempung pada sedimen resen permukaan dasar laut di perairan Kota Semarang. Jurnal Sumber Daya Geologi 18 (4), 231-238.

Blott, S. J., and Pye, K., 2001. Gradistat: a Grain size distribution and statistics package for the analysis of unconsolidated sediments. Earth Surface Processes Landforms 6, 1237–1248. DOI: 10.1002/esp. 261.

Boggs, S., 2006. Principles of Sedimentology and Stratigraphy. Pearson Prentice Hall, New Jersey, 4th ed., 662pp.

Darlan, Y., 1996. Geomorfologi Wilayah Pesisir. Aplikasi Untuk Penelitian Wilayah Pantai. Pusat Pengembangan Geologi Kelautan. Bandung.

Einsele, G., 1992. Sedimentary Basins; Evolution, Facies, and Sediment Budget. Springer – Verlag New York, 615pp.

Folk, R., and Ward, W., 1957. Brazos River Bar, A study in significance of grain size parameters. Journal Sedimentary Petrology 27, 3-27.

Friedman, G., 1961. Distinction between Dune, Beach, and River Sands from their Textural Characteristic. Journal Sedimentary Petrology 31, 514-529.

Friedman, G. and Sanders, 1978. Principles of Sedimentology. John Wiley & Sons, Inc., New York. 792pp.

Heiri, O., 2001. Loss on ignition as a method for estimating organic and carbonate content in sediments: reproducibility and comparablility of result. Journal of Paleolimnology 25(1), 101-110.

Hidayat, E. D., 2013. Identifikasi sesar aktif di sepanjang jalur Kali Garang, Semarang. JSD.Geo. 23 (1), 31-37.

Hirnawan, F.. 2007. Riset, Bergulirlah Proses Ilmiah. Unpad Press, Bandung.

Jurnaliah, L., dan Winantris, 2015. Distribusi submikrofosil (polen dan foraminifera) pada delta front di delta Mahakam, Kalimantan Timur. Bulletin of Scientific Contribution, 13 (3), 169-181.

Lambert, 2003. Micropaleontological investigations in the modern Mahakam delta, East Kalimantan (Indonesia). Carnets de Géologie / Notebooks on Geology - Article

/02 (CG2003_A02_BL), http:// paleopolis.rediris.es/cg/CG2003_A02_BL/C G2003_A02_BL.pdf Diunduh pada tanggal 05 Maret 2017.

Murdohardono, D., dan Tigor, T., 2002, Evaluasi Geologi Teknik Zona Bahaya Erosi/Lahan Kritis Kota Semarang dan Sekitarnya Propinsi Jawa Tengah, DGTL, Bandung.

Maslukah, L., 2013. Hubungan antara konsentrasi logam berat Pb, Cd, Cu, Zn dengan bahan organik dan ukuran butir dalam sedimen di Estuari Banjir Kanal Barat, Semarang. Buletin Oseanografi Marina 2(3), 55-62.

Nichols, G., 2009. Sedimentology and stratigraphy Second Edition. A John Wiley & Sons, Ltd., Publication.

Nugroho, S., dan Basit, A., 2014. Sebaran Sedimen Berdasarkan Analisis Ukuran Butir Di Teluk Weda, Maluku Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis 6(1), 229- 240.

Permanawati, Prartono, Atmadipoera, Zuraida R. dan Chang., 2016. Rekam sedimen inti untuk memperkirakan perubahan lingkungan di perairan Lereng Kangean. Jurnal Geologi Kelautan.14 (2), 65 – 78.

Poedjoprajitno, J., Wahyudiono, dan Cita, A., 2008. Reaktivitas Sesar Kaligarang, Semarang. Jurnal Geologi Indonesia, 3 (3), 129-138.

Praptisih dan Cahyarini, S. Y., 2012. Sedimen Sebagai Arsip Perubahan Lingkungan. Jurnal Geologi Kelautan 10 (1), 51 – 56.

Purnawan, S., Alamsyah, T. P., Setiawan, I., Rizwan, Ulfah, Rahimi. 2016. Analisis Sebaran Sedimen di Teluk Balohan Kota Sabang. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis 8 (2), 531-538.

Richard, A., 1992. Depositional System an Introduction to Sedimentology and Sratigraphy 2nd, Prastise Hall Inc. New Jersey. 604 pp.

Reading, H. G., 2001. Clastic facies models, a personal perspective. Bulletin of The Geological Society of Denmark 48, 101-115.

Rositasari, R., dan Lestari, 2013. Evaluasi Lingkungan Perairan Pesisir Semarang. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis 5 (1), 112-121.

Sardiyatmo, Supriharyono, dan Hartoko, A., 2013. Dampak dinamika garis pantai menggunakan citra satelit multi temporal Pantai Semarang Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Saintek Perikanan 8 (2), 33-37.

Soebowo, E., Sarah, D., dan Murdohardono, D., 2014. Geologi Teknik Amblesan Tanah Di Kota Semarang. Proceedings PIT IAGI ke- 43, 16 – 18 September 2014. Jakarta, Indonesia.

Sengupta, S., 1994. Introduction to Sedimentology. A.A Balkema Publisher, USA, 305pp.

Thaden, R. E., Sumadirja, H., and Richards P. W., 1975. Peta Geologi lembar Magelang dan Semarang. Jawa, Skala 1 : 100.000. Direktorat Geologi, Bandung.

Wibisono, Koenawan, C., Idris, F., 2016. Studi Karakterisasi Lapisan Sedimen di Perairan Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. http://jurnal.umrah.ac.id/wp-

content/uploads/gravity_forms/1- ec61c9cb232a03a96d0947c6478e525e/2016 /08/jurnal1.pdf. Diunduh pada 29 Agustus 2017.

Winantris, 2012. Kelimpahan polen dan spora endapan channel Delta Mahakam. Bulletin of Scientific Contribution 10 (2), 89-95.

Windarto, J., Pawitan, H., Suripin dan M Januar JP., 2008. Model prediksi tiggi muka air Sungai Kaligarang Semarang dengan jaringan syaraf tiruan. TEKNIK, 29 (3), 189 – 195.

Wood, M. S., 1987. Subtidal Ecology. Edward Amoldy Limited. Australia.

Yulianti, A., Sarah, D., dan Soebowo, E., 2013. Pengaruh Lempung Ekspansif Terhadap Potensi Amblesan Tanah Di Daerah Semarang. J. Ris.Geo.Tam. 22 (2), 93 - 104.

Yun, P. S., Ariffin, J., Siang, H. Y. dan Tahir, N., 2015. Influence of Monsoon on the Distribution of Organic Carbon in Inner Continental Shelf Core Sediments, South China Sea, Malaysia. Sains Malaysiana. 4 (7), 941–945.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2017.v27.485

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 RISET Geologi dan Pertambangan

Copyright of Journal RISET Geologi dan  Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

  

Indexed by:

   

    

 

Plagiarism checker: