ANALISIS KETERSEDIAAN AIR BERDASARKAN KESETIMBANGAN PASOKAN-PERMINTAAN DI CEKUNGAN BANDUNG

Muh Rahman Djuwansah, Ida Narulita, A Suriadarma

Abstract


Ketersediaan Air di Cekungan Bandung telah dianalisis dengan menngunakan kesetimbangan pasokan permintaan, untuk mengantisipasi penurunan produktivitas wilayah akibat penggunaan berlebih sumberdaya air. Jumlah keterdapatan air diperkirakan berdasarkan curah hujan dengan mempertimbangkan faktor-faktor fisik lainnya yang mempengaruhi. Status pemakaian air diduga berdasarkan demografi yang dikelompokkan untuk setiap kecamatan. Pemakaian air aktual di Cekungan Bandung sudah melampaui tingkat ketersediaan yang aman bagi kondisi lingkungan
berkelanjutan. Air yang berkualitas baik disarankan untuk diprioritaskan bagi keperluan sangat mendesak yaitu kebutuhan air minum dan domestik, artinya pemanfaatan air berkualitas baik untuk keperluan yang kurang mendesak, a.l. industri harus dikurangi dan dapat diganti dengan hasil olahan air baku yang kurang baik sehingga memenuhi syarat untuk penggunaan yang dimaksud. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan terus menerus sepanjang tahun, diperlukan penyimpanan air pada musim hujan untuk dipakai pada musim kemarau. Sedangkan untuk pemerataan spasial, diperlukan perluasan jaringan transmisi air bersih dari daerah yang surplus ke daerah yang defisi.

Keywords


air, ketersediaan, produktivitas wilayah, prioritas, hirarki penggunaan, berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


----------------------------------. Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat serta Kota Bandung dan Kota Cimahi, Dalam Angka. Badan Pusat Statisik 2001 -2010.

Djuwansah M., 2010. Simulasi Ketersediaan Air Bulanan secara spasial berdasarkan basis data faktor-faktor sumberdaya air: Kasus sub-DAS Hulu Citarum. Teknologi Indonesia Vol.33,

No.1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Foth H. D., and L.M. Turk, 1972. Fundamental of Soil Sciences: Energy concept of Soil water. Willey International edition.

Hoekstra A.Y, A.K Chavagain, M.M. Aldaya, M.M. Mekkonen, 2009. Water Footprint Manual, state of the art 2009. Water footprint network. Enschede, the Netherlands.

McCuen R. H., 1982. A Guide to Hydrologic Analyses using SCS methods. Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs, N.J. 07632.

Reed B.J., 2012. Minimum Water quantity needs for domestic use. WHO Regional office for South East Asia, New Delhi – India. http://www.whosea.org.

Suganda H, D. Setyorini, H. Kusnady, I. saripin dan U. Kurnia. 2002. Evaluasi Pencemaran Limbah Industri Tekstil untuk kelestarian lahan sawah. Proc. Sem. Nas. Multifungsi dan

Konservasi Lahan pertanian. Balai Penelitian Tanah - Bogor.

Tempo, 2012. Pulau Jawa Krisis Air. Koran Tempo ed. 3 Juli 2012. www.tempo.co.

Zongying, W.,2006. A Twin Pointers Model for Water Resources Carrying Capacity And Challenge of water resources Managemant in China. Tsing Hua University.

Xu L., L. Zhihong and D. Jing, 2010. Study on Evaluation of Water Ressources Carrying Capacity. Int.Conference on Biology And Chemictry IPBCEE vol.1 (2011) IACSIT Press Singapore.

Zhang Y., J. Xia and Z. Wang, 2010. Intergrated Water Resources Carrying capacity in Tongzhou district, Beijing City. J. Ressources Ecology No. 1. Vol. 3.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.