KAJIAN PENGUATAN KEPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA ALAM DI INDONESIA

DTP Kusumawardhani, Ujud Tahajuddin, Henny Warsiah, Dede Wardiat

Abstract


Secara historis, letusan gunung merapi di Yogyakarta terjadi secara berulang. Letusan terakhir gunung ini, pada tanggal 26 September 2010, mengakibatkan korban jiwa dan harta benda. Pengulangan dari letusan merapi ini menunjukkan ancaman terhadap kehidupan dan penghidupan penduduk bersifat laten. Bencana alam tersebut disebabkan karena rentannya masyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak bencana yang ada. Agar peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan secara efektif dan efisien, maka perlu dilakukan kajian pemetaan
tentang kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat lokal, yang hasilnya dapat dikembangkan bagi penyusunan elemen-elemen dari model penguatan kapasitas masyarakat untuk penanggulangan bencana. Model tersebut diharapkan dapat berkontribusi bagi pembuatan kebijakan bagi penguatan kapasitas masyarakat di daerah lain, yang rawan bencana alam, seperti letusan gunung berapi. Secara metodologis, studi ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa ada beberapa aspek sosial, ekonomi dan budaya yang potensial dijadikan elemen model, yang pada gilirannya dapat dikembangkan menjadi model
penguatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana alam di Indonesia.


Keywords


bencana alam, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana, penguatan kapasitas masyarakat

Full Text:

PDF

References


Hyogo Framework for Action 2005-1015: Building the Resilience of Nations and Communities to Disasters, 2005, http://www.unisdr.org/eng/hfa/hfa.htm, diakses 14 Desember 2010.

Nagib Laila, dkk, 2007. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Dalam Konteks Bencana Alam di Kota Bengkulu, Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Oliver-Smith, A., 1999. What is a disaster? Anthropological perspectives on a persistent question. In A. Oliver-Smith & S. M. Hoffman (Eds.), The angry earth: Disaster in anthropological perspective (pp. 18-34). New York: Routledge.

Romdiati, Haning dkk, 2007. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Dalam Konteks Bencana Alam di Kota Bengkulu, Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.