UPAYA KONSERVASI TANAH DAN AIR DENGAN AGROFORESTRI DI SUBANG SELATAN

Rizka Maria, Hilda Lestiana, Asep Mulyono

Abstract


Daerah Subang bagian selatan memiliki sumber daya alam yang sangat potensial dan diusahakan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraannya. Pengelolaan sumberdaya alam untuk kepentingan ekonomi terkadang mengabaikan faktor lingkungan, salah satu contohnya adalah deforestasi yang menyebabkan lahan kritis. Masalah ini bertambah berat dengan meningkatnya luas areal hutan yang dikonversikan menjadi lahan usaha lain. Eksploitasi lahan yang berlebihan adalah perluasan lahan perkebunan yang menggeser luas hutan konservasi. Berdasarkan data tutupan lahan tahun 1999 – 2009 luas lahan hutan berkurang 6.05 % sedangkan luas lahan perkebunan bertambah 22.79 %. Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan perkebunan akan menimbulkan banyak masalah seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan bahkan perubahan iklim lokal. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya konservasi dengan penekanan pada pemulihan kualitas lingkungan terutama konservasi tanah dan air, namun tetap memperhatikan kemajuan perekonomian masyarakat disekitarnya. Salah satu metode yang dapat diterapkan di daerah Subang bagian selatan adalah metode agroforestri. Agroforestri dalam konservasi tanah dan air dengan menerapkan perpaduan pola tanam dan kolaborasi berbagai macam kegiatan ekonomi yang mengarah pada perbaikan kondisi lingkungan.

Keywords


konservasi lahan dan air, agroforestri, perekonomian masyarakat

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S. 2010, Konservasi Tanah dan Air. UPT Produksi Media Informasi Lembaga Sumberdaya, IPB. Bogor.

Asdak, C. 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Kartasapoetra, A.G, dan M.M. Sutedjo. 1985. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Pambudi, A ., 2008. Agroforestry. BPDAS Jenneberang, Kabupaten Gowa.

Rahim, E. S., 2003 . Pengendalian Erosi Tanah. Pustaka Buana, Bandung.

Setiawan, 1995. Penghijauan Lahan Kritis. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sinukaban, N. 1990. Pengaruh pengolahan tanah konservasi dan pemberian mulsa jerami terhadap produksi tanaman pangan dan erosi hara. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk, 9, 32-38.

Suganda, H.M. S. Djunaedi, D. Santoso, dan S. Sukmana. 1997. Pengaruh cara pengendalian erosi terhadap aliran permukaan tanah tererosi dan produksi sayuran pada Andisols. Jurnal Tanah dan Iklim, 15, 38-50.

Sutedjo, M.M., dan A.G Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Penerbit Bineka Cipta. Jakarta.

www.kabarindonesia.com, Longsor di daerah Subang, diakses tanggal 1 Desember 2012.

Zulrasdi, Noer Sjofjendi, 2005. Pertanian di Daerah Aliran Sungai, Lembaga Informasi Pertanian, BPPT Sumatera Barat.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.